Jumat, 02 Agustus 2013

AYO BIKIN FILM RAME-RAME


JIDOOR ART
Ajang Kreasi dan Rekreasi Seni Temanggung
Alamat Sekretariat :
Fannet -  Lor SDN Kertosari 2 -  RT 04/RW I  Kertosari Temanggung - HP 081392807001


Assalamu ‘alaikum warohmatulloghi wabarokatuh.


Berdasarkan Surat dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Temanggung nomor 431/467/VII/2013 tertanggal 22 Juli 2013 tentang Festival Film Dokumenter dan Fiksi/Cerita tingkat Pripinsi Jawa Tengah, saya informasikan hal-hal sebagai berikut :

A.      TUJUAN POKOK FESTIVAL FILM JAWA TENGAH

1.       Menumbuhkan kreatifitas insane film jateng dalam memproduksi film
2.       Menyediakan ajang kreasi, berapresiasi dan beraktualitas sekaligus berkompetisi bagi masyarakat dalam bidang perfilman.


B.       KETENTUAN  PESERTA

(1)     Peserta boleh siapa saja tak dibatasi umur maupun pendidikan
(2)     Jenis film bisa memilih diantara documenter maupun fiksi/cerita pendek berdurasi sekitar 10 s.d. 20 menit
(3)     Film yang diikutkan batasan paling tua di produksi tanggal 1 Januari 2011 dan karya sendiri serta belum pernah menang dalam lomba dalam ajang festival lain.
(4)     Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) jenis judul film yang dikemas dalam format Mpeg DVD sebanyak 4 copy untuk masing-masing jenis/judul film ke alamat Sekretariat Jidoor Art yang selanjutnya akan dikirim ke Sekretariat Penyelenggara di Semarang.
(5)     Film yang diikutkan dalam festival harus disertai :
a.        Sinopsis isi kandungan film
b.       Naskah Skenario
c.        Identitas lengkap pembuatnya
(6)     Karya yang telah dikirim menjadi hak milik Panitia Penyelenggara namun hak cipta tetap atas karya tetap di tangan filmmaker.
(7)     Pengiriman paling lambat ke Jidoor Art tanggal 10 September 2013
(8)     Penilaian meliputi : ide gagasan, visual dan audio, serta keutuhan cerita.
(9)     Pengumuman Pemenang akan bisa diketahui pada tanggal 20 September 2013.

C.       PENJELASAN LAIN-LAIN

a.        Setiap peserta boleh langsung mengirim semua ketentuan point B di atas, langsung ke alamat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Tengah – Jl. Pemuda 136 – Telp. 024-354001, 3557647 Semarang – Kode pos 50138.
b.       Jidoor Art hanyalah penjembatan informasi, pengepul/distributor filmnya wong Temanggung sekaligus mengoptimalkan aksi kegiatan ke dalam action kegiatan terlepas kegiatan festifal mengingat karya film Temanggung tidak boleh sia-sia, sehingga :
1.       Jidoort Art pada bulan Nopember dan Desember tahun 2012 mengadakan kegiatan safari pemutaran filmnya wong Temanggung ke 15 Desa dan Kelurahan hasil Festival Film Pendek Pelajar dan Remaja Temanggung tahun 2011 dan tahun 2013 yang bersifat non profit/gratis di hadapan masyarakat untuk mengukur, menguji kreatifitas perfilman Temanggung, disamping memberikan hiburan/rekreasi di tengah public (untuk apa bikin film kalau tidak ditonton?)
2.       Pemutaran Safari di Tengah public – khususnya karya Wong Temanggung akan terus berlanjut baik langsung di tengah masyarakat Temanggung dan seluruh film sudah di unggah ke You Tube (bisa ditelusur dengan Maspar1000’s channel youtube).
c.        Kaitannya dengan penjelasan ini, semoga bisa dipahami sebab pembudidayaan karya perfilman khususnya wong Temanggung sampai detik ini belum ada lembaga atau organisasi yang menaruh peduli sampai pada tataran memasarkannya. Jidoor Art memang bergerak untuk memberi peluang yang memadai serta tetap menjaga utuh hak cipta pada sang kreatornya.
d.       Kaitannya dengan Festival Film yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Tengah, Jidoor ART bertanggungjawab mengirim ke Penyelenggara secara kolektif dengan normatifnya memohon kepada peserta untuk mengiklaskan sekedar operasional (sebagai mana dimaksud point b penjelasan ini) secara normative sebesar Rp. 10.000,- untuk setiap film yang diikuitkan.


D.      JIDOOR ART SIAP MEMBANTU KESULITAN BIKIN FILM BAGI PEMULA

Harus diakui, banyak orang mempunyai gagasan ingin mengungkap kisah untuk dikemas dalam tayangan film, namun mengalami kendala antara lain :
a.        Tidak memiliki alat/handycam dan tidak menguasai metode pengambilan gambar yang diselaraskan antara video dan audio bahkan tidak menguasai metode pengeditan, kadang sarana computer saja tidak ada.
b.       Beranggapan bahwa membuat film akan membutuhkan banyak waktu dan menghabiskan kocek anggaran sehingga merasakan akan kandas di tengah jalan.
c.        Tidak memahami manfaat film sehingga selalu ragu.

Jangan putus asa!. Jidoor Art menawarkan solusi terbaik menggarap film dengan membuka KONSULTASI SINGKAT DAN PRAKTEK DENGAN BIAYA RELATIF SANGAT MURAH dan PERCAYALAH KEBINGUNGAN ANDA AKAN TERJAWAB SERTA AKAN MAMPU DILIHAT HASILNYA. JANGAN RAGU SERTAKAN DALAM AJANG FETIVAL FILM PROPINSI JAWA TENGAH. Silahkan datang ke Sekretariat Jidoor ART atau Undanglah kami ke tempat anda untuk sharing (Hubungi Maspar ARS 081392807001). Banyak teman teman yang sudah mencoba dan mempraktekkan. Dalam waktu 2 jam saja ada yang sudah bisa merampungkan bikin film pendek. Dalam sehari saja, teori, praktek dan hasil sudah bisa dilihat. Sekalilagi, kalau hanya konsultasi atau sharing tidak usah bayar.

Wa’alaikum salam warohmatullohi wbarokatuh.

                                                                                                                                                Manager


                                                                                                                                           ( Maspar ARS )


Sabtu, 29 Oktober 2011

APRESIASI TERHADAP FFPPR

Apresiasi dari Bupati Temanggung

ALAMAT FFPPR


FESTIVAL FILM PENDEK PELAJAR & REMAJA
TEMANGGUNG TAHUN 2011
Alamat Sekretariat : RT 04/RW I Kelurahan Kertosari Temanggung atau
FANNET Pasar Ngimbrang Bulu Temanggung - Phone : 4902334/HP : 081392807001 atau
SMK Swadaya Temanggung – Jln Gilingsari no. 2 – Phone : 492338/HP : 081226970432

Sabtu, 22 Oktober 2011

PEMBERITAHUAN FFPPR TEMANGGUNG 2011

PEMBERITAHUAN

Dalam rangka mengoptimalkan kreatif seni dengan menggunakan fasilitas Handycam, Camera digital dan Ponsel yang lebih mengarah - memiliki nilai seni yang tetap bersinggungan dengan budaya kental sosial Temanggung - dan memberi peluang gerak ekspresi secara bebas melakukan praktek kegiatan yang sering dipelajari baik secara otodidak maupun teoritis, disamping memperbanyak cakrawala pandang remaja dan pelajar Temanggung dalam menangkap gambaran dan gagasan sosial serta cara mengimplementasikan melalui media visual yang lebih menggelitik dan menarik dinikmati siapa saja, juga kaitannya dengan memperkaya informasi dan perlik perlik kejadian tentang Temanggung yang dipertajam dengan kreatif yang positip dalam rangka menambah pencitraan daerah sehingga lambat laun mampu menepis berita maupun informasi Temanggung yang masih sering dinilai kurang atau negative, terutama yang menyangkut tentang kenakalan dan kriminalisasi anak remaja dan pelajar, maka kami membuka peluang BIKIN FILM PENDEK dalam ajang FESTIVAL FILM PENDEK PELAJAR DAN REMAJA TEMANGGUNG 2011

WAKTU DAN PELAKSANAAN
- Pelaksanaan Festival Film Pendek Kreatif Temanggung, dibuka tanggal 1 s.d. 12 Nopember 2011
- Pengumuman Pemenang dilaksanakan dalam acara terbuka NONTON BARENG FILMNYA WONG TEMANGGUNG pada hari Jum’at tanggal 25 Nopember 2011 – Jam 13.00 wib s.d. 16.30 Wib di GOR BAMBU RUNCING TEMANGGUNG

PESERTA FESTIVAL
- Para Pelajar SMA/SMK/MA/SMP/MTs Negeri maupun swasta dan Remaja yang ada di Kota Temanggung maupun yang berada di luar Kota Temanggung

KETENTUAN DAN PERSYARATAN LOMBA
(1) Ketentuan Umum :
a. Peserta adalah Remaja dan atau Pelajar baik perorangan maupun kelompok yang diwakili sebagai penanggung-jawabnya atau official adalah bertindak sebagai Sutradara/producer Film yang berhak mendaftarkan.
b. Jenis Film yang dilombakan :
- Kategori Film Cerita Pendek
- Kategori Film Dokumentasi
c. Untuk Film Cerita Pendek, Kisah dalam film bisa bercorak/thema : humor/parodi, drama, legenda, action, misteri dan lain lain baik menggunakan bahasa indonesia maupun bahasa jawa Temanggungan yang masih dinilai normatif.
d. Untuk Film Dokumen, merupakan film bebas, polos yang lebih condong film iseng yang bisa berisikan nyanyian, tarian, atau lagu, dan lain lain yang biasanya sering dilakukan perorangan dalam pengambilan gambarnya peristiwa/moment tertentu yang penting dan menjadi favorit tukang shooting/cameramannya
e. Setiap Film yang didaftarkan belum pernah dimuat di media televisi, internet maupun pernah diikutkan dalam kontestan festival film dimanapun.
f. Setiap Film harus mencantumkan Titel Judul
g. Setiap pendaftar boleh mengirimkan lebih dari satu judul Film
h. Panjang film tidak boleh lebih dari 10 menit
i. Pendaftaran/penyerahan file Film minimal jenis 3GP via CD/Flash disk/Bluetooth di Tempat tempat yang telah ditentukan mulai tanggal 1 s.d. 12 Nopember 2011 (tidak dilayani pengiriman file film melalui media internet)
j. Contoh/sample film bisa dilihat di Situs Youtube atau bila memerlukan menghubungi di Tempat Pendaftaran atau ke Sekretariat. (Panitia mengemas Contoh Film dalam VCD yang dibumbui apresiasi/tanggapan dari Bupati-Wakil Bupati-Dinas Pendidikan-Seniman/Kreator Film & Telivisi dari Jogjakarta)

(2) Ketentuan khusus dan penjelasan lainnya :
a. Mengisi blanko pendaftaran yang berisikan antara lain :
- Nama Penanggungjawab
- Alamat yang mudah dihubungi
- Jenis Pilihan Kategori Film
- Judul Film
- Jenis Camera yang digunakan (handycam/Camera digital/ponsel atau lainnya)
- Panjang Durasi
- Nama/Jenis File
b. Menyerahkan uang pendaftaran per judul film Rp. 12.000,- (duabelas ribu rupiah)
c. Seluruh Film yang dikirim menjadi hak Panitia dan yang dianggap layak terpublikasikan akan diunggah ke Internet via YOUTUBE : KUMPULAN NOMINASI FILM PENDEK KREATIF TEMANGGUNG 2011, disamping Panitia Juga menyediakan Penghargaan bagi yang memperoleh kejuaraan.
d. Kejuaraan hanya diberlakukan secara umum masing-masing Kategori sebagai Juara I, Juara II, Juara III, yang berhak memperoleh PIALA BINTANG TEMANGGUNG 2011, Piagam Penghargaan, Kemasan VCD ‘Kumpulan nominasi Film Pendek kreatif Temanggung’, serta Door Price bagi Film yang masuk dalam kumpulan nominasi.
e. Penilaian film akan dilakukan Dewan Juri dengan nempertimbangkan Kreatifitas yang meliputi antara lain : Ide cerita, kemampuan pengambilan gambar, kemampuan akting pemeran, dan keunikan yang terintegritid dalam film sehingga film menjadi mengesankan.
f. Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggu gugat serta tidak diberlakukan surat menyurat atau konsultasi dengan Dewan Juri
g. Pengumuman Kejuaraan dikemas dalam acara Nonton Bareng Filmnya Wong Temanggung.
h. Film yang sampai batas sebelum dilakukan Pengumuman Kejuaraan diketahui sudah diupload ke internet, Panitia berhak membatalkan kejuaraannya.
i. Hal-hal yang belum jelas bisa dikonsultasikan dengan Panitia Penyelenggara melalui :
- HP 081392807001 atau konfirm ke Face Book Maspar ARS
- HP 085743511104 atau konfirm ke Face Book Ankker Garaz Andrea
- Atau ke Sekolah, Konter-konter HP, Warnet-Warnet di Temanggung yang bekerjasama membuka pendaftaran.

Demikian pemberitahuan ini untuk menjadikan periksa dan perhatian.

SIAPA BILANG BIKIN FILM SUSAH DAN MAHAL?
TUNJUKKAN BAHWA ANDA ADALAH PELAJAR DAN REMAJA SERBA BISA!


Ketua Sekrataris


Pardiyono ARS Salman Al Fanny



- Secara Periodik Iklan FFPPR dapat silihat di You Tube dengan judul
FESTIVAL FILM PENDEK PELAJAR & REMAJA TEMANGGUNG
Bila memerlukan Contoh Film Pendek – Bukalah You Tube
Atau bila memerlukan Contoh-contoh File MPEC (VCD) dapat menghubungi Panitia Pendaftar
Dengan mengganti Copy-an Rp. 6.500,-

ANDA TENTU PUNYA VIDEO DI HP ANDA YANG MENGGELITIK
DAFTARKAN SAJA KE KATEGORI FILM DOKUMENTASI

MAU YANG LEBIH NGETREND – BIKIN FILM CERITA PENDEK

AYO KITA WUJUDKAN BERSAMA
1000 FILM PENDEK UNGGAH KE INTERNET
UNTUK MELAMBUNGKAN NAMA TEMANGGUNG YANG KITA CINTAI
SIAPA TAHU NASIB ANDA BERUBAH DRASTIS
BANYAK DIKEJAR PRODUCER BENERAN DAN JADI ARTIS BENERAN

http://ffpprtemanggung.blogspot.com
http://masparars.blospot.com

Senin, 17 Oktober 2011




1000 FILM PENDEK TEMANGGUNG





PANITIA FESTIVAL FILM PENDEK PELAJAR & REMAJA
TEMANGGUNG 2011

Alamat Sekretariat
RT 04/RW I Kelurahan Kertosari Temanggung atau
FANNET Pasar Ngimbrang Bulu Temanggung - Phone : 4902334/HP : 081392807001
SMK Swadaya Temanggung – Jln Gilingsari no. 2 – Phone : 492338/HP : 081226970432




PEMBERITAHUAN

Dalam rangka mengoptimalkan kreatif seni dengan menggunakan fasilitas Handycam, Camera digital dan Ponsel yang lebih mengarah - memiliki nilai seni yang tetap bersinggungan dengan budaya kental sosial Temanggung - dan memberi peluang gerak ekspresi secara bebas melakukan praktek kegiatan yang sering dipelajari baik secara otodidak maupun teoritis, disamping memperbanyak cakrawala pandang remaja dan pelajar Temanggung dalam menangkap gambaran dan gagasan sosial serta cara mengimplementasikan melalui media visual yang lebih menggelitik dan menarik dinikmati siapa saja, juga kaitannya dengan memperkaya informasi dan perlik perlik kejadian tentang Temanggung yang dipertajam dengan kreatif yang positip dalam rangka menambah pencitraan daerah sehingga lambat laun mampu menepis berita maupun informasi Temanggung yang masih sering dinilai kurang atau negative, terutama yang menyangkut tentang kenakalan dan kriminalisasi anak remaja dan pelajar, maka kami membuka peluang BIKIN FILM PENDEK dalam ajang FESTIVAL FILM PENDEK PELAJAR DAN REMAJA TEMANGGUNG 2011

WAKTU DAN PELAKSANAAN

- Pelaksanaan Festival Film Pendek Kreatif Temanggung, dibuka tanggal 1 s.d.12 Nopember 2011
- Pengumuman Pemenang dilaksanakan dalam acara terbuka NONTON BARENG FILMNYA WONG TEMANGGUNG pada hari Jum’at tanggal 25 Nopember 2011 – Jam 13.00 wib s.d. 16.30 Wib di GOR BAMBU RUNCING TEMANGGUNG

PESERTA LOMBA

- Para Pelajar utamanya tingkat SLTA dan Remaja yang ada di Kota Temanggung
- Para Pelajar dan Remaja sebagian yang berada di luar daerah

KETENTUAN DAN PERSYARATAN LOMBA


(1) Ketentuan Umum :
a. Peserta adalah Remaja dan atau Pelajar baik perorangan maupun kelompok yang diwakili sebagai penanggung-jawabnya atau official adalah bertindak sebagai Sutradara/producer Film yang berhak mendaftarkan.
b. Jenis Film yang dilombakan :
- Kategori Film Cerita Pendek
- Kategori Film Dokumentasi
c. Untuk Film Cerita Pendek, Kisah dalam film bisa bercorak/thema : humor/parodi, drama, legenda, action, misteri dan lain lain baik menggunakan bahasa indonesia maupun bahasa jawa Temanggungan yang masih dinilai normatif.
d. Untuk Film Dokumen, merupakan film bebas, polos yang lebih condong film iseng yang bisa berisikan nyanyian, tarian, atau lagu, dan lain lain yang biasanya sering dilakukan perorangan dalam mengambil gambar peristiwa/moment tertentu yang penting dan menjadi favorit tukang shooting/cameramannya
e. Setiap Film yang didaftarkan belum pernah dimuat di media televisi, internet maupun pernah diikutkan dalam kontestan festival film dimanapun.
f. Setiap Film harus mencantumkan Titel Judul
g. Setiap pendaftar boleh mengirimkan lebih dari satu judul Film
h. Panjang film tidak boleh lebih dari 10 menit
i. Pendaftaran/penyerahan file Film minimal jenis 3GP via CD/Flash disk/Bluetooth di Tempat tempat yang telah ditentukan mulai tanggal 1 s.d. 12 Nopember 2011 (tidak dilayani pengiriman file film melalui media internet)
j. Contoh/sample film bisa dilihat di Situs Youtube atau bila memerlukan menghubungi di Tempat Pendaftaran.

(2) Ketentuan khusus dan penjelasan lainnya :
a. Mengisi blanko pendaftaran yang berisikan antara lain :
- Nama Penanggungjawab
- Alamat yang mudah dihubungi
- Jenis Pilihan Kategori Film
- Judul Film
- Nama produksi (bisa mencantumkan nama Sekolah)
- Jenis Camera yang digunakan (handycam/Camera digital/ponsel atau lainnya)
- Panjang Durasi
- Nama/Jenis File
b. Menyerahkan uang pendaftaran per judul film Rp. 12.000,- (duabelas ribu rupiah)
c. Seluruh Film yang dikirim menjadi hak Panitia dan yang dianggap layak terpublikasikan akan diunggah ke Internet via YOUTUBE : 1000 FILM PENDEK KREASI WONG TEMANGGUNG 2011, disamping Panitia Juga menyediakan Penghargaan bagi yang memperoleh kejuaraan.
d. Kejuaraan hanya diberlakukan secara umum masing-masing Kategori sebagai Juara I, Juara II, Juara III, yang berhak memperoleh PIALA BINTANG DARI BUPATI TEMANGGUNG, Piagam Penghargaan, Kemasan VCD ‘Kumpulan nominasi Film Pendek kreatif Temanggung’, serta Door Price bagi Film yang masuk dalam kumpulan nominasi.
e. Penilaian film akan dilakukan Dewan Juri dengan nempertimbangkan Kreatifitas yang meliputi antara lain : Ide cerita, kemampuan pengambilan gambar, kemampuan akting pemeran, dan keunikan yang terintegritid dalam film sehingga film menjadi mengesankan.
f. Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggu gugat serta tidak diberlakukan surat menyurat atau konsultasi dengan Dewan Juri
g. Pengumuman Kejuaraan dikemas dalam acara Nonton Bareng Filmnya Wong Temanggung.
h. Film yang sampai batas sebelum dilakukan Pengumuman Kejuaraan diketahui sudah diupload ke internet, Panitia berhak membatalkan kejuaraannya.
i. Hal-hal yang belum jelas bisa dikonsultasikan dengan Panitia Penyelenggara melalui :
- HP 081392807001 atau konfirm ke Face Book Maspar ARS
- HP 085743511104 atau konfirm ke Face Book Ankker Garaz Andrea
- Atau ke Sekolah-sekolah SLTA, Konter-konter HP, Warnet-Warnet, Rumah Makan di Temanggung yang bekerjasama membuka pendaftaran.


Demikian pemberitahuan ini untuk menjadikan periksa dan perhatian.

SIAPA BILANG BIKIN FILM SUSAH DAN MAHAL?
TUNJUKKAN BAHWA ANDA ADALAH PELAJAR DAN REMAJA SERBA BISA!


Ketua Sekrataris


Pardiyono ARS Salman Al Fanny



- Secara Periodik Iklan FFPPR dapat silihat di Youtube dengan judul FESTIVAL FILM PENDEK PELAJAR & REMAJA TEMANGGUNG dan di FB-FB Panitia, serta beberapa Informasi Seni, Budaya & Kegiatan Temanggung juga bisa dilihat di Youtube dengan mengetik : Maspar1000 – telusuri puluhan video Temanggungan dan masih perlu diperkaya.

Bila memerlukan Contoh Film Pendek – Bukalah Youtube
Atau bila memerlukan Contoh-contoh File MPEC (VCD) dapat menghubungi Panitia Pendaftar
Dengan mengganti Copy-an Rp. 6.500,-

Bila anda ingin membantu propaganda iklan dalam file 3GP, MP4, MPEG
sebagai ungkapan Mendukung Sukses Acara dan menyampaikan Pesan moral
Mohon dikemas bersama teman teman atas nama Group/Kelas/Sekolah
Kirimkan kepada kami
Insyaalloh akan kami tayang secara periodic di media internet
(Youtube dan FB Panitia)
Sebagai bagian iklan FFPPR setelah kami seleksi dan diedit seperlunya.
Untuk yang ini sifatnya kerjasama moral dan tidak ada deal yang menyangkut biaya
sebab bukan bagian yang DILOMBAKAN

ANDA TENTU PUNYA VIDEO DI HP ANDA YANG MENGGELITIK
DAFTARKAN SAJA KE KATEGORI FILM DOKUMENTASI

MAU YANG LEBIH NGETREND – BIKIN FILM CERITA PENDEK

AYO KITA WUJUDKAN BERSAMA 1000 FILM PENDEK UNGGAH KE INTERNET
UNTUK MELAMBUNGKAN NAMA TEMANGGUNG YANG KITA CINTAI
SIAPA TAHU NASIB ANDA BERUBAH BREASTIS
BANYAK DIKEJAR PRODUCER BENERAN DAN ANDA BISA JADI ARTIS BENERAN

Informasi lebih lanjut bisa dilihat di Blooger Internet
FFPPR TEMANGGUNG atau MASPAR ARS PRESENT
Youtube : Festival Film Pendek Pelajar & Remaja Temanggung 2011

1000 FILM PENDEK TEMANGGUNG

PANITIA FESTIVAL FILM PENDEK PELAJAR & REMAJA
TEMANGGUNG 2011

Alamat Sekretariat
RT 04/RW I Kelurahan Kertosari Temanggung atau
FANNET Pasar Ngimbrang Bulu Temanggung - Phone : 4902334/HP : 081392807001
SMK Swadaya Temanggung – Jln Gilingsari no. 2 – Phone : 492338/HP : 081226970432




PEMBERITAHUAN

Dalam rangka mengoptimalkan kreatif seni dengan menggunakan fasilitas Handycam, Camera digital dan Ponsel yang lebih mengarah - memiliki nilai seni yang tetap bersinggungan dengan budaya kental sosial Temanggung - dan memberi peluang gerak ekspresi secara bebas melakukan praktek kegiatan yang sering dipelajari baik secara otodidak maupun teoritis, disamping memperbanyak cakrawala pandang remaja dan pelajar Temanggung dalam menangkap gambaran dan gagasan sosial serta cara mengimplementasikan melalui media visual yang lebih menggelitik dan menarik dinikmati siapa saja, juga kaitannya dengan memperkaya informasi dan perlik perlik kejadian tentang Temanggung yang dipertajam dengan kreatif yang positip dalam rangka menambah pencitraan daerah sehingga lambat laun mampu menepis berita maupun informasi Temanggung yang masih sering dinilai kurang atau negative, terutama yang menyangkut tentang kenakalan dan kriminalisasi anak remaja dan pelajar, maka kami membuka peluang BIKIN FILM PENDEK dalam ajang FESTIVAL FILM PENDEK PELAJAR DAN REMAJA TEMANGGUNG 2011

WAKTU DAN PELAKSANAAN

- Pelaksanaan Festival Film Pendek Kreatif Temanggung, dibuka tanggal 1 s.d. 12 Nopember 2011
- Pengumuman Pemenang dilaksanakan dalam acara terbuka NONTON BARENG FILMNYA WONG TEMANGGUNG pada hari Jum’at tanggal 25 Nopember 2011 – Jam 13.00 wib s.d. 16.30 Wib di GOR BAMBU RUNCING TEMANGGUNG

PESERTA LOMBA

- Para Pelajar utamanya tingkat SLTA dan Remaja yang ada di Kota Temanggung
- Para Pelajar dan Remaja sebagian yang berada di luar daerah

KETENTUAN DAN PERSYARATAN LOMBA

(1) Ketentuan Umum :
a. Peserta adalah Remaja dan atau Pelajar baik perorangan maupun kelompok yang diwakili sebagai penanggung-jawabnya atau official adalah bertindak sebagai Sutradara/producer Film yang berhak mendaftarkan.









b. Jenis Film yang dilombakan :
- Kategori Film Cerita Pendek
- Kategori Film Dokumentasi
c. Untuk Film Cerita Pendek, Kisah dalam film bisa bercorak/thema : humor/parodi, drama, legenda, action, misteri dan lain lain baik menggunakan bahasa indonesia maupun bahasa jawa Temanggungan yang masih dinilai normatif.
d. Untuk Film Dokumen, merupakan film bebas, polos yang lebih condong film iseng yang bisa berisikan nyanyian, tarian, atau lagu, dan lain lain yang biasanya sering dilakukan perorangan dalam mengambil gambar peristiwa/moment tertentu yang penting dan menjadi favorit tukang shooting/cameramannya
e. Setiap Film yang didaftarkan belum pernah dimuat di media televisi, internet maupun pernah diikutkan dalam kontestan festival film dimanapun.
f. Setiap Film harus mencantumkan Titel Judul
g. Setiap pendaftar boleh mengirimkan lebih dari satu judul Film
h. Panjang film tidak boleh lebih dari 10 menit
i. Pendaftaran/penyerahan file Film minimal jenis 3GP via CD/Flash disk/Bluetooth di Tempat tempat yang telah ditentukan mulai tanggal 1 s.d. 12 Nopember 2011 (tidak dilayani pengiriman file film melalui media internet)
j. Contoh/sample film bisa dilihat di Situs Youtube atau bila memerlukan menghubungi di Tempat Pendaftaran.

(2) Ketentuan khusus dan penjelasan lainnya :
a. Mengisi blanko pendaftaran yang berisikan antara lain :
- Nama Penanggungjawab
- Alamat yang mudah dihubungi
- Jenis Pilihan Kategori Film
- Judul Film
- Nama produksi (bisa mencantumkan nama Sekolah)
- Jenis Camera yang digunakan (handycam/Camera digital/ponsel atau lainnya)
- Panjang Durasi
- Nama/Jenis File
b. Menyerahkan uang pendaftaran per judul film Rp. 12.000,- (duabelas ribu rupiah)
c. Seluruh Film yang dikirim menjadi hak Panitia dan yang dianggap layak terpublikasikan akan diunggah ke Internet via YOUTUBE : 1000 FILM PENDEK KREASI WONG TEMANGGUNG 2011, disamping Panitia Juga menyediakan Penghargaan bagi yang memperoleh kejuaraan.
d. Kejuaraan hanya diberlakukan secara umum masing-masing Kategori sebagai Juara I, Juara II, Juara III, yang berhak memperoleh PIALA BINTANG DARI BUPATI TEMANGGUNG, Piagam Penghargaan, Kemasan VCD ‘Kumpulan nominasi Film Pendek kreatif Temanggung’, serta Door Price bagi Film yang masuk dalam kumpulan nominasi.
e. Penilaian film akan dilakukan Dewan Juri dengan nempertimbangkan Kreatifitas yang meliputi antara lain : Ide cerita, kemampuan pengambilan gambar, kemampuan akting pemeran, dan keunikan yang terintegritid dalam film sehingga film menjadi mengesankan.
f. Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggu gugat serta tidak diberlakukan surat menyurat atau konsultasi dengan Dewan Juri
g. Pengumuman Kejuaraan dikemas dalam acara Nonton Bareng Filmnya Wong Temanggung.












h. Film yang sampai batas sebelum dilakukan Pengumuman Kejuaraan diketahui sudah diupload ke internet, Panitia berhak membatalkan kejuaraannya.
i. Hal-hal yang belum jelas bisa dikonsultasikan dengan Panitia Penyelenggara melalui :
- HP 081392807001 atau konfirm ke Face Book Maspar ARS
- HP 085743511104 atau konfirm ke Face Book Ankker Garaz Andrea
- Atau ke Sekolah-sekolah SLTA, Konter-konter HP, Warnet-Warnet, Rumah Makan di Temanggung yang bekerjasama membuka pendaftaran.


Demikian pemberitahuan ini untuk menjadikan periksa dan perhatian.

SIAPA BILANG BIKIN FILM SUSAH DAN MAHAL?
TUNJUKKAN BAHWA ANDA ADALAH PELAJAR DAN REMAJA SERBA BISA!


Ketua Sekrataris


Pardiyono ARS Salman Al Fanny



- Secara Periodik Iklan FFPPR dapat silihat di Youtube dengan judul FESTIVAL FILM PENDEK PELAJAR & REMAJA TEMANGGUNG dan di FB-FB Panitia, serta beberapa Informasi Seni, Budaya & Kegiatan Temanggung juga bisa dilihat di Youtube dengan mengetik : Maspar1000 – telusuri puluhan video Temanggungan dan masih perlu diperkaya.

Bila memerlukan Contoh Film Pendek – Bukalah Youtube
Atau bila memerlukan Contoh-contoh File MPEC (VCD) dapat menghubungi Panitia Pendaftar
Dengan mengganti Copy-an Rp. 6.500,-

Bila anda ingin membantu propaganda iklan dalam file 3GP, MP4, MPEG
sebagai ungkapan Mendukung Sukses Acara dan menyampaikan Pesan moral
Mohon dikemas bersama teman teman atas nama Group/Kelas/Sekolah
Kirimkan kepada kami
Insyaalloh akan kami tayang secara periodic di media internet
(Youtube dan FB Panitia)
Sebagai bagian iklan FFPPR setelah kami seleksi dan diedit seperlunya.
Untuk yang ini sifatnya kerjasama moral dan tidak ada deal yang menyangkut biaya
sebab bukan bagian yang DILOMBAKAN

ANDA TENTU PUNYA VIDEO DI HP ANDA YANG MENGGELITIK
DAFTARKAN SAJA KE KATEGORI FILM DOKUMENTASI

MAU YANG LEBIH NGETREND – BIKIN FILM CERITA PENDEK

AYO KITA WUJUDKAN BERSAMA 1000 FILM PENDEK UNGGAH KE INTERNET
UNTUK MELAMBUNGKAN NAMA TEMANGGUNG YANG KITA CINTAI
SIAPA TAHU NASIB ANDA BERUBAH BREASTIS
BANYAK DIKEJAR PRODUCER BENERAN DAN ANDA BISA JADI ARTIS BENERAN

Informasi lebih lanjut bisa dilihat di Blooger Internet
FFPPR TEMANGGUNG atau MASPAR ARS PRESENT
Youtube : Festival Film Pendek Pelajar & Remaja Temanggung 2011

Selasa, 22 Juni 2010

KRITIK, KROTOK, KRUTUK


Tiga tingkatan dalam istilah Kritik,Krotok dan krutuk sangat identik dengan ungkapan nothok, nithik dan nuthuk. Kita tentu bisa mengukur dan menganalisa parameternya ketika ada orang yang mengatakan sedang nothok. Bayangan kita tentu hanya berupa kegiatan sederhana dan ringan seperti orang nothok pintu karena sebab pintunya ditutup sang penghuni rumah. Agak meninggi aksi kegiatan ketika kita mendengar arti ungkapan 'nithik'. Bayangan kita tentu tertuju pada kegiatan seseorang sedang melakukan upaya menggunakan alat yang agak keras untuk berusaha dibenturkan pada benda yang sifatnya jauh lebih keras, seperti tukang pasang tegel menithik tegel. Akibat kegiatan ini bisa menyebabkan benda yang dibentur menjadi sentet atau retak. Sangat berbeda ketika istilahnya berubah menjadi 'nuthuk' yang memiliki sifat lebih radikal sehingga hasil kegiatan atau ulah orang itu bisa menyebabkan benda yang dithuthuk menjadi ambyar berantakan.
Istilah kritik, bisa diasumsikan tembakau temanggung yang mahal harganya. Namun kritik dalam konteks kali ini adalah tindakan menyoroti kinerja sesorang yang masih saja dirasakan tidak benar dan kurang profesional. Tentu saja yang namanya 'kritik' adalah mengoreksi. Tapi sejauh mana koreksi itu dapat dipahami atau ditindak lanjuti sebagaimana mestinya, tergantung kegiatan tiga hal tadi (nothok, nithik dan nuthuk)
Pejabat atau Tokoh Masyarakat memang selalu melontarkan ucapan dan slogan : 'Kalau ada tindakan yang kurang benar, tolonglah saya di ingatkan!". Itu ungkapan yang maunya cara mengingatkannya dengan 'saran' yang lebih halus dari pada sekedar kritik. Yang agak sedikit terbuka mengatakan : "silahkan kalau saya ada yang kurang beres, kritiklah saya!" Ungkapan yang demikian dari kebanyakan orang sudah dianggap paling klimaks dan tidak ada keberanian lagi untuk mengatakan " silahkan kalau saya salah, krotoklah saya!", apalagi keberanian mengatakan : 'silahkan kalau ada tindakan saya yang salah, krutuklah saya!"
Memang kritik boleh dikatakan sebagai ungkapan seseorang itu imannya lemah, sedangkan krotok dapat dikatakan imannya agak mendingan, dan yang paling gandem adalah krutuk dimana kekebalan imannya dapat dilihat dengan jelas.
Ketika orang hanya berani mengambil porsi hanya sanggup dikritik indikasinya masih ingin menyimpang karena sudah memperhitungkan bahwa kritikan mengandung resiko tidak seberapa. Akan berbeda jauh ketika ada yang berani mengambil porsi siap 'dikrotok' karena resikonya bisa ke phisik meskipun tidak langsung kepada yang bersangkutan, sehingga tindakannya akan diukur dengan cukup dengan cara mengendalikan. Sama sekali jarang ada yang berani mengambil porsi 'krutuk' yang saya identikkan dengan 'thuthuk' yang mengandung resiko phisik tidak tanggung-tanggung. Namun pada tataran kesanggupan seseorang yang berani mengambil porsi siap dithuthuk bila mengecewakan atau salah bertindak, indikatornya jelas bahwa orang itu akan sangat hati-hati namun tetap akan memiliki keberanian mengambil polecy. Jauh dari sifat tomak, menghindar jauh dari korupsi karena tak takut dipecat atau 'kere' dan tampil paling depan melawan kedzaliman.
Temperamental seseorang apalagi pejabat dapat kita lihat bagaimana ketika menerima kritik,krotok dan krutuk. Kalau ketika dikritik saja sudah mengerutkan alis dan cepat-cepat berkilah dan beragument menunjukkan bahwa pejabat tadi sudah di garis min (-) Yang demikian tentu ia tidak akan pernah sanggup menerima 'krotok' ataupun 'krutuk'. Bisa bisa ia langsung menyewa pembunuh bayaran untuk membalas tindakan pengrotok dan pengrutuk. Sebenarnya tindakan krotok dan krutuk tidak akan terjadi ketika tataran kritik sudah bisa diterima sebagai porsi yang seharusnya ia terima dengan rendah hati.
Saya sebenarnya ingin bicara secara filosofis tentang kritik, krotok dan krutuk dalam esei bebas hambatan ini namun koq ngantuk tiba-tiba merambah...Saya hanya ingin memberi ending, bahwa Nabi Muhammad dan bahkan setiap Nabi dan Rosul diutus ke dunia dalam menuntun umatnya tiga fase kritik, krotok dan krutuk pasti ia alami. Ketika Nabi diperintah untuk menyampaikan Islam sebagai ajaran hidup, maka orang-orang qurais menganggap dirinya sebagai orang gila, lantas diboikot atau diembargo aktifitasnya dan selanjutnya dijarah nyawanya sampai terjadi pertempuran. Kenapa Nabi Muhammad SAW tidak terperangah dan tetap tidak padam keberaniannya? Sebab Muhammad benar-benar menyintai rakyatnya atau umatnya yang ditunjukkan dengan jelas sehingga seolah-olah rasa cintanya kepada umatnya melebihi akan cinta dirinya kepada keluarga. Rasya perhatian kepada rakyat dan umatnya sampai beliau tidak sanggup makan meski hanya sepotong roti bila tetangganya masih ada yang kelaparan. Sampai menjelang wafatnya dan dalam kondisi kepayahan, beliau masih ingat akan umatnya sampai mendesak Jibril memberitakan informasi kondisi umatnya kelak di akhirat. Dan yang lebih mengharukan, meski beliau tidak pernah mengecewakan umatnya suatu saat ia pidato agar umatnya yang pernah tersakiti agar memeberi balasan yang sepadan kepadanya sebelum dirinya meninggal. Istilahnya khishos, yakni sekiranya ada yang pernah ia lempar batu meski tanpa sengaja maka harap segera membalas melempar dirinya dengan hal yang sama. Itulah klimaks kepemimpinan Muhammad SAW yang benar-benar tumbuh dengan keikhlasan yang paling sempurna untuk dikrutuk. Wal hasil memang tidak ada umat yang akan tega mengkritik, mengkrotok atau bahkan mengkrutuk meskipun berkali-kali ia menjanjikan dan menawarkannya, sebab di pandangan umatnya Muhammad dengan konsep tadi justu terhindar dari mara bahaya kesalahan atau mengecewakan umat. Disinilah saya sangat menyukai kepribadian Nabi Muhammad SAW. Sekiranya Alloh tidak mengutus beliau sebagai Rasul dan membawa Risalah Islam, saya tetap menyukai dan mencintai kepribadian beliau. (MP)

JAMU PAHIT UNTUK KESEHATAN MENTALITAS


Waktu is your baby menonta dan menangis kejang saat dikasih 'cekok' sebenarnya apa yang sedang anda lakukan? Sengaja menyiksa anak? Anda akan berhadapan dengan Komisi Perlindungan Anak. Tentunya cukup dipahami siapa saja bahwa maksud anda tentu ingin membuat si anak segar bukar dan tak gampang masuk angin.
Cekok atau jamu kita pahami mengandung rasa pahit 'njekek'. Di lidah tidak gampang hilang mesti kemudian mencoba mencarakan dengan mereguk minuman air tawar. Sikap setiap orang tua yang memberi menu dengan rasa tak karuan itu jelas tidak dipahami oleh si anak. Itulah mengapa si anak menangis dan meronta karena merasa tersiksa. Kalau ia mampu melakukan tindakan bagaikan orang dewasa yang memiliki penalaran, tentu si ibu akan diembat sampai klenger. Apa yang dilakukan si ibu merupakan tindakan prefentif yang tidak bisa digugat dengan Undang-undang Perlindungan Anak. Kalau dulu, jaman Nabi, tindakan prefentif dilakukan oleh Malaikat Jibril yang langsung membedah dada Muhammad kecil untuk dibersihkan hatnyai. Tujuannya jelas, tak lain adalah mengupayakan mentalitas anak agar tidak lemah. Dalam dunia medis ada istilah 'dengan tubuh yang sehat terdapat mentalitas yang sehat pula'.
Fenomena yang demikian, tentu tidak pernah terhenti sepanjang orang terus hidup. Istilah bencana alam yang sering terjadi, tak lain adalah peringatan yang datang berupa kritikan alam. Memang istilah umumnya bisa berubah menjadi musibah, namun secara hakikiyahnya semua terjadi karena akibat jamunya kurang atau segan ditelan manusia. Keberadaan manusia di dunia ini sangat dekat dan lekat berpengaruh terhadap eko kosmos. Ketika kita punya ayam saja, sudah harus berupaya mencarikan makan, membikinkan kandang, mengatur jadual keluar masuk sang ayam. Terhadap rambut kita saja, kita akan disibukkan dengan menyisir, mengkeramas, cari shampo, mencukur rapi dan seterusnya. Pada aktifitas yang demkkian menuntut kita harus bicara dan mendengar orang lain bicara, apalgi ketika kita beraktifias menjadi pejabat atau pengelola negara.

Ironisnya, pada saat kita merasa memiliki kedudukan dimana usia sudah mendewasa mulai segan meronta dan menangis atau berkecimpung dengan penderitaan. Ini terjadi justru karena negeri kita merdeka. Kerena itu, kemerdekaan kadang membikin orang malah tidak memiliki ketahanan mentalitas. Tidak perlu dibicarakan lebih banyak, contohnya kerap kita dengar dan kita lihat melalui siaran televisi.
Orang mestinya senang minum jamu dan jamu yang manjur tentu pahit, namun sudah terlanjur lidah merdekanya mampu membedakan mana yang pahit dan mana yang manis, maka manislah yang terus didekatkan ke lidah kita.

Mari kiia amati diri kita sendiri. Apakah kita masih berani mereguk jamu pahit? Apakah ketika kita menghadapi persoalan dan kritikan dapat kita ramu menjadi jamu pahit yang justru kalau kita reguk akan menjadi sehat dan kuat? Ataukah ketika muncul sebuah kritikan kita membuat argument dan alibi untuk membuang jauh yang demikian? Kalau kita tidak mau menelan dengan suka rela, sudah barang tentu peradaban yang sedang kita bangun bersama ini adalah peradaban jauh lebih buruk daripada peradaban manusia gua (caveman). Itulah mengapa di Al Qur'an dikatakan bahwa pada tataran berikutnya manusia bisa menjadi makhluq paling jelek meskipun secara phisik norlmal saja.

Secara filosofis, kritik bak sabun yang memiliki sifat alaminya sebagai 'pembersih'. Jenis sabunpun macam-macam. Sabun mandi yang harum cuma mampu menghilangkan bau keringat dan menciptakan keharuman sekujur tubuh, namun bila tubuh kena oli, apakah akan bisa bersih dengan sabun mandi yang harum tadi? Tak perlak, tubuh yang berlumuran oli tentunya harus dihantam dengan sabun batangan yang keras. Harus kita gosok berulang-ulang dan tidak mustahil kulit akan mengalami sedikit memar kemerah-merahan. Cuma ironisnya kita sudah terlanjur agak empati dengan sabun batangan yang keras. makanya Malaikat sering heran melihat kelakuan manusia yang maunya enak melulu. Doa yang diajarkan oleh Nabi dengan lafadz : "Ya Tuhanku, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat serta jauhkan kami dari siksa neraka", yang terlintas di benak kita adalah pingin di dunia hidup enak dan di akhirat enak pula cukup dengan ramuan doa. Koq enak banget ya. Mengapa? Sebab mentalitas yang terbangun adalah mentalitas materialistis. Dalam konteks lughot arab pengertian 'hasanah' parameternya sebenarnya terletak pada kepuasan batin yang diolah dan diasah oleh penalaran jernih, bukan diothak athik sekedar akal atau logika sederhana. Kalau ukuran kebahagiaan diasumsikan dengan harta benda, Nabi dan Shohabat-shohabatnya secra meteriil semua kaya raya. Mereka punya lidah yang tajam bagi mencabik cabik langit. Doa mereka lebih bisa tersikapi oleh Tuhannya. Tapi bukankah Nabi dan orang-orang dekatnya secara harfiyah malah melarat? Umarpun konon ketika menjadi presiden, jubahnya bertambal-tambal. Dalam satu sisi Nabi malah sering berdoa : Ya Alloh, jadikan saya orang miskin, mati dalam kemiskinan, serta kelak dibangkitkan bersama-sama dengan orang orang miskin!" Lantas mengapa kita sering mencederai dengan asumsi lain? Masalahnya kita tidak aktif bahkan segan minum jamu pahit dalam kehidupan ini. Di sisi lainnya Nabi juga mengeluarkan kalimat yang mengatakan : 'barang siapa banyak tertawa di dunia, maka akan menangis di akhirat.' Ada lagi ungkapan yang disampaikan dengan mengatakan : 'Dunia ini penjara bagi orang yang beriman.' Itulah Nabi juga menjadi heran ketika orang hidup di penjara koq senang dan bahagia.

Lebih ironis lagi, ketika kita mengartikan sabda Nabi yang mengatakan : Capailah kehidupan di dunia seolah-olah kamu akan hidup selamanya, dan capailah kehidupan di akhirat seolah-olah kamu akan mati esuk pagi!, diartikan implemantasinya adalah hidup di dunia ini terus semangat bekerja mencari materi, namun harus pula beribadah atau belajar agama untuk bekal di akhirat. Sekilas memang itu seperti benar, namun bisa jadi apa yang sedang kita lakukan tak ubahnya sedang berupaya mencari pembenar untuk ngejar materi.Mengapa menjadi ironis? Karena konteksnya jauh dari pengertian Nabi yang memang sehat mentalitasnya. Nabi berujar dunia ini identik dengan penjara dan bayangan, yang ketika dikejar malah akan lari menjauh. Sebaliknya bila ditinggalkan, bayangan itu malah akan mengikuti. Dalam logikanya sudah barang tentu pengertian 'capailah kehidupan di dunia seolah olah kamu akan hidup selamanya' harus ditafsiri 'mencari kehidupan dunia jangan terlalu ngoyo...bahasa lainnya 'nyantai aja' sebab seolah-olah kamu akan hidup selamanya.
Itulah mengapa, orang yang suka mereguk kepahitan hidup akan sangat berbeda dengan orang yang suka mereguk kesenangan hidup dalam menelusuri dan menafsiri makna. Dengan demikian, 'hasanah' yang diterjemah sebagai 'kebaikan' akan sangat berbeda ketika diterjemah menjadi 'kebahagiaan'. Kalau istilahnya adalah 'kebaikan' tentu menjadi sinkron. Itulah mengapa ada penyair sufistik menyatakan dalam doanya : "Ya Alloh berilah saya hasanah/kebaikan meskipun itu berupa air mata.

Yang jelas, dalam konteks pemberdayaan dan membangun mentalitas sangat terpancang bagaimana dengan kesadaran penuh orang harus menyanggupi menelan kepelikan dan kepahitan hidup. Yang demikian bisa datang secara alami muncul dari langit, dan bisa dimunculkan melalui mekanisme semacam program yang dirancang sendiri oleh kita. Kayaknya sulit ya? Mengapa tidak bisa? Syeikh Abdul Qadir Jaelany dalam kitabnya, Futuhul Ghoib..lamat-lamat saya pernah baca, beliau mengatakan agar hati kita ini seringlah dibikin semrawut atau 'bosah-baseh' dalam bahasa jawanya. Kita bisa bangun malam di saat orang tidur. Kita bisa berpuasa disaat orang makan. Kita bisa berdzikir disaat orang lalai. Apakah merancang yang demikian itu sulit? Sulit itu muncul karena malas. Melawan kemalasan itu mestinya bagian dari rancangan cara kita mengkritisi diri sendiri dan kesanggupan menelan jamu pahit untuk menguatkan mentalitas.
Satu hal lagi, orang abidin, kalau tidak salah Umar ibnul khothob pernah mengatakan : "hati-hati terhadap tamu yang datang kepadamu!" Menurutnya tamu itu datang ada dua jenis. Kadang datang membawa pujian dan kadang membawa cercaan. Menurut analisa dan logika, tentunya kita lebih suka dengan tamu yang datang membawa pujian. Tapi ia berujar bahwa 'pujian itu sama dengan sembilihan'. Ia mengatakan 'ketika datang tamu kepadmu akan menyembelih kamu, adalah lebih baik daripada tamu yang datang kepadamu dengan membawa pujian kepadamu!"

Paradigma pemahaman kita sering berbalik dalam menganalisa sebab sudah terlanjur mentalitas kita terbangun dengan minuman manis yang sebenarnya racun pikiran.
Kita bisa mengerti ketika secara phisik bila tubuh kita ingin sehat dan kuat harus berolah raga rutin, maka dalam hal membangun mentalitas kita harus rutin menelan kehidupan ini dengan memilih yang pahit pahit.
Kaitannya dengan kritisi, atau ketika orang mengkritik yang kalau dicerna adalah cercaan, harus ditelan dengan gembira yang kemudian pada pencercanya harus berterima kasih. Itulah Prof Dr Hamka pernah menyindir, ketika kita difitnah orang-sudah semestinya kita malah mengunjungi penfitnahnya sambil membawakan roti kesukaannya sebagai ganti ucapan terima kasih.

Repot pula memahami tulisan sya ini ya? Mungkin anda masih segan minum jamu pahit sehingga kurang cerdas, atau malah mungkin aku yang kurang minum jamu kurang pahit sehingga tulisan saya masih kurang mampu memberi kejelasan. (MP)

Rabu, 26 Mei 2010

GO BACK TO ART




















Antara menjadi Dewan dan Seniman

Sebagai politisi saya tahu kalau Pecalegan saya pada Pemilu Legeslatif 2009 bakal tersisih walau pada urutan nomor 1 di Dapil III (Kedu-Kandangan), cuma saya nggak mengungkapkan pada Relawan atu Tim Sukses saya. Saya sudah menangkap bahwa muaranya sarat dengan ‘money politic’ bila ingin membuahkan hasil. Mau pakai alasan ‘shodaqoh’ bagi mualaf atau ‘idep-odep nyangoni kader’ tetap bertentangan dengan hati nurani saya. Sampai Tim saya memberikan informasi bahwa pendukung saya cuma sekedar minta saku jajan buat anak-anaknya, tak lebih dari limaribu per gundul. Jangankan lima ribu per gundul, seratus rupiah saja tidak akan saya lakukan. Dikiranya saya cetil, nggak jugalah..Pemilu kemarin kalau uang limapuluh juta amblas, cuma saya seting nggak per gundul. Ada alasan yang sangat krusial namun tidak akan saya bahas dalam kesempatan tawaran Stanplat agar saya menulis artikel. Di sinilah saya ingin orang kembali mengerti bahwa saya sudah kembali ke habitat seni (go back to art). Rasanya saya nggak mau terlalu melulu larut dengan dunia poltik yang nuansanya semakin menyedihkan saja (biarlah gantian para anggota dewan sekarang yang merasakannya). Berekspresi, berjuang, bisa saja dilakukan dengan berbagai cara. Mengembalikan potensi, menjaga keseimbangan dan melakukan terapi kesehatan mental dan phisik tidak melulu pakai doping obat-obatan secara medical. Salah satunya adalah berseni-seni. Seni dalam ekspresinya tidak terbatas meskipun saya sadar muatannya adalah sangat kontekstual. Ibarat orang merokok, bisa saja orang suka ‘linthingan mbako klembak menyan’ yang justru dirasakan sangat nikmat ketika dipadukan dengan udara dingin seperti Temanggung, cuma koridornya harus jelas karena ada batasan-batasan yang secara normativ harus diikuti guna menciptakan kestabilan. Kan nggak mungkin merokok klembak menyan di gedung berkaliber kayak Aula DPRD misalnya.
Bagi saya, berkarya bagaikan orang mules yang solusinya hanya satu yakni harus berberak atau buang hajat agar perut tidak sakit. Soal kemudian tinja mau ada yang pingin mengolah menjadi rabuk atau kompos pupuk organic, itu urusan dinas pertanian dan para petani. Jadi fresh saja. Soal mau ada yang mau ngangkat dan mengorbitkan atau diolah menjadi ide yang lebih kualitatif dan dapat mengarah pada komersialtias itu urusan belakangan yang mungkin belum tentu menjadi bidang garapan saya. Ketika Gedung Pemuda yang sekarang berubah menjadi Kantor Kecamatan Temanggung, saya pernah memanfaatkan kegiatan dua kali Pegelaran Seni spektakuler bersama seniman remaja yang personilnya sampai ratusan orang. Waktu itu diprakarsai oleh PC IPNU-IPPNU Temanggung dengan judul ‘Yang Tak Berwarna I’, dilanjutkan tiga tahun berikutnya mengambil judul ‘Yang Tak Berwarna II’. Tulisan-tulisan saya kaitannya dengan seni yang bertajuk puisi, esei, cerpen dll pernah dimuat di harian Wawasan, Suara Merdeka, Kedaulatan Rakyat, Temanggung Bersenyum, Antologi Puisi Progo, Antologi Puisi Aku Bambing, Antologi Puisi Menoreh, dll. Bergabung dengan Wadista (Wahana Dialog Seniman Temanggung) yang diprakarsai Roso Titi Sarkoro dan menjadi Pengurus Dewan Kesenian Daerah Kab. Temanggung pernah saya lampaui. Mimpin Teater Codot yang pernah gemparke Gedung Pemuda saat itu dengan Lakon Brotoyudo di Pinggir Jalan juga sudah pernah saya lakukan. Sebagian orang yang berkecimpung di kesenian Temanggungan tentu dekat dengan saya, terutama yang bergerak di bidang Sastra. Memang tiba-tiba kesan-kesan itu menghilang ketika saya menjadi DPRD Kabupaten Temanggung. Kalau dulu orang menyebut Gus Wali teman dekat saya dengan mengatakan sebagai ‘seniman kampung’, maka orang juga menyebut saya sebagai ‘seniman kenthir’. Namun tiba-tiba ketika saya methengkreng menjadi orang terhormat istilah ‘kenthir’ menjadikan orang canggung dan merasa rikuh padahal label kenthir itu justru dapat memotifasi saya untuk lebih terpacu dalam mengembangkan kreatifitas saya. Istilah atau label, bagi saya adalah bagian teraphi. Saya merasa nggak marah atau sakit hati orang mau menyebut apa saja terhadap saya, wong kenthir saja saya malah suka apalagi dikatakan ‘wong baguse rak karuan tiada tandingan’ kayak lagu Slenco.

Berseni itu teraphi

Ketika teman-teman saya yang ‘nyaleg’ dan nggak jadi DPRD dengan iringan musiknya ‘kadung habis banyak uang’ tentu buntutnya muncul rasa kekecewaan. Ada yang belakangan menjadi stress karena dilanda hutang dan ancaman morat-marit kehidupan rumah tangganya. Kurang mampu menyeimbangkan antara tekanan bathin dan kenyataan sehingga kadang yang terjadi in the mind adalah ‘heng’ atau bahkan ‘blank’. Ada yang bingung sendiri dan sulit menentukan langkah harus bagaimana kelanjutannya. Tapi terus terang, koq tidak begitu bagi saya. Mungkin karena jiwa saya yang sudah banyak ditempa dengan naluri sebagai seniman sehingga menjadikan dinamika hidup yang demikian tidak begitu berat membebani pikiran. Saya nggak malu misal mau jadi bakul ‘sego kucing’ atau ‘bakso ojek’ muter-muter di SD-SD. Yang bingung malah konstituen yang kadung tresno dengan saya, termasuk istri saya sendiri. Sepertinya nggak rela kalau saya harus melakukan kegiatan aktifitas seperti itu. Bagi saya hidup itu asal mengikuti aliran air, kepenak saja. Sebelum saya jadi DPRD, saya orang sederhana koq, malah saat ini saya merasa tetap menang karena mampu menahan keyakinan yang bagi saya bermain jujur sudah menyangkut harga diri. Tapi saya juga kasihan dengan konstituen pendukung saya yang kadang sampai menangis dan merasa iba sehingga bicaranya kuatir menyinggung tentang kekalahan saya, sampai ketika saya jatuh sakit typus dikiranya bersinggungan dengan masalah nyaleg nggak jadi. Payah….Tapi soal kekecewaan, saya akui memang ada dalam lubuk dan pemikiran saya, namun semua terkait dengan nuansa Perpolitikan secara makro, bukan semata karena saya nggak jadi DPRD. Agar kekecewaan itu tidak sekedar kekecewaan dan image dapat dirubah, maka saya menulis novel yang berjudul CALEG REMUK yang halamannya sampai 300-an lebih. Tidak hanya itu, tiga bulan pasca Pemilu saya merampungkan dua buah novel, satunya berjudul Al Qomar Terpinang di Tengah Kabut. Kedua novel tadi untuk sementara ini masih sekedar nyangkut di kamar tidur. Dan selanjutnya saya bikin film Remaja . Dua buah film masing-masing SATU SURO THE MOVIE dan berlanjut dengan SATU SURO THE MOVIE 2.

Satu Suro The Movie ilustrasi seni sosial

Saya bukan mengada-ada, bikin film yang setaraf Cineplex baru kali ini saya lakukan. Kalau bikin film dokumentasi kegiatan, pertunjukan seni tradisi dll. memang merupakan rutinitas selaku Tukang Shoting. Namun berbekal dengan hoby saya yang suka nonton film, obsesi pingin bikin film memang sudah cukup lama. Pernah saya bicarakan ide bikin Film dengan kelompok Mahasiswa PMII Temanggung beberapa tahun yang lalu, hasilnya masih kandas. Ide sudah ada, pingin bikin film waktu itu dengan judul ‘Bebek Adus Kali’. Pembicaraan semi formalnya terus dilakukan sampai pada survey lokasi di Daerah Rowo Seneng. Kandasnya, karena saya menangkap masih ada keraguan semuanya termasuk dibayangi biaya yang kayaknya kurang memungkinkan. Yang demikian karena pingin bikin film yang memilki bobot kualitas. Terlalu idialis malah menjadi buntu. Namun sangat berbeda ketika saya bertemu dengan anak remaja yang datang secara tiba-tiba saja. Momentntya mungkin sangat tepat, ditengah mengisi kekosongan liburan Sekolah pada akhir tahun 2009 dan juga di dorong keinginan yang ingin melakukan sebuah action kesenian yang praktis, menggelitik dengan sedikit tantangan serta memiliki niatan tujuan ringan saja, yakni berlatih acting dan menggembirakan masyarakat sekitar malah berhasil.
Bermula dari para remaja dan akhirnya berkembang dari anak-anak dan orang tua menaruh respon terhadap ide pembuatan Film ini sungguh merupakan hal yang menggembirakan. Tidak tanggung-tanggung mereka rela untuk tidak dibayar dan bahkan merogoh kocek sekedar keperluan normal seperti beli rokok, minuman dan transportasi sendiri-sendiri saat dilokasi pengambilan gambar. Mereka semua cukup ceria dan serius dan biasa mengemukakan gagasan-gagasan. Hampir tiap hari mereka berkumpul baik sebelum shoting maupun sesudah shoting dalam rangka melihat bersama (cek adegan) hasil setiap acting. Bila dirasakan kurang bagus, mereka juga yang meminta untuk diulang kembali adegannya. Entahlah apakah dalam dunia per-actingan yang pakem terjadi interaksi demikian? Yang sering saya lihat, sutradara digambarkan suka marah-marah dan pemainnya menjadi sewot tapi bisanya menyerah.
Kebersamaan sangat terasa, sampai satu orang bisa merangkap menjadi pemain, merias ala kadarnya, bawa peralatan dan menawarkan ide ide lainnya. Saya sendiri mengemas kisah tidak kaku dan bertemakan sangat sederhana. Siapapun yang ingin ikut pasti saya kasih peran dan saya kasih kesempatan. Yang saya menjadi salut, saat mulai kesiapan lounching dan memperbanyak kopy-an yang katanya ingin diperlihatkan kepada teman atau saudaranya, ambil dari kocek sendiri-sendiri. Mereka cukup tanggap, tidak ingin memperberat pembuatan film ini Cuma dibebankan kepada saya. Bismillah sayapun berangkat hanya dengan cinta.

Satu Suro The Movie belajar acting alamiyah.

Cuma berbekal penalaran dan kenekatan saja, saya mulai menyiapkan mereka untuk latihan ekspresi beberapa menit, dan begitu saya rasa sudah cukup, langsung saya ambil gambar adegannya. Karena memang tidak ada naskah tertulisnya, saya merasa malah lebih praktis dalam menentukan dialog yang saya sesuaikan dengan karakter pelakunya. Step by step kucuran dialog selalu saya imbangkang dengan posisi pengambilan gambar. Ukuran jarak dengan kamera tidak terlalu jauh sebab tanpa bantuan oudio canggih selain semua terpancang pada fasilitas satu camera. Saya harus mampu mengambil gambar berikut dialog dan jarak yang sesuai dan hanya dalam hitungan detik agar gambar selalu berubah-ubah untuk menghindari kebosanan penonton. Dalam setiap adegan tentu tidak semuanya lancar. Tidak jarang pelaku harus mengulang sampai 15 kali dialog yang keseluruhannya saya ambil. Adegan yang salahpun masuk hitungan sebagai film ekstra ‘dibuang sayang’.
Memang awalnya pelaku yang awam semuanya diliputi kebingungan karena kurang tanggap ketika diambil gambarnya yang berganti-ganti bagaikan meloncat-loncat. Namun dengan sedikit penjelasan bahwa gambar yang diambli merupakan adegan belakang atau ending film, atau tengah film barulah mereka paham. Tentunya memanfaatkan lokasi juga menjadi ukuran agar tidak bolak-balik kembali ke lokasi yang sama.
Saya sendiri agak tercengang, mereka para pemain yang sama sekali tidak memiliki latar belakang teater atau mengenyam pendidikan formil di bidang acting atau malah boleh diakata cuma orang-orang awam masyarakat biasa, ternyata mampu mengekspresikan kebolehannya, bahkan saya mengatakan setelah film ini selesai, hasilnya cukup memadai untuk menjadi tontonan yang tidak kalah bila hanya dibandingkan dengan beberapa film tertentu bikinan orang-orang berduit dan berani muncuil di Cineplek atau dicetak dalam kepingan CD maupun DVD oleh mereka yang bertandang di ibu kota.
Meski yang terlibat sebagai pemain kebanyakan adalah para remaja, film ini tidak bicara masalah problem percintaan, namun saya terispirasi dengan nuansa akan diputar tepat tanggal satu suro, maka saya bikin ceritanya bertemakan Misteri, malah untuk episode yang kedua lebih menukik horor murni.
Semua dikemas dalam kepolosan dan alamiyah. Kebanyakan para pemain tidak perlui make up ala artis beneran kecuali yang berperan sbagai hantu-hantu, bahkan saya bebaskan kostum selaras dengan selera pemain tanpa menyalahi alur cerita. Ber make up yang dibuat-buat justru akan mengurangi nilai rialitas yang sedang digambarkan. Tidak perlu menyalahi kenyataan yang sesungguhnya sedang terjadi, biarlah nanti orang lain yang akan bicara. Remaja Masjid tidak harus dibuat-buat mesti harus berkerudung kalau memang kenyataan sekarang memang begitu. Biarlah ada Ulama, Departemen Agama dan pihak-pihak terkait nanti yang ikut menyaksikan dan kemudian bicara kemana-mana sebab film dibuat untuk memperkaya dan mempertajam tatanan budaya masyarakat. Film ini hanya menggambarkan satu sisi dari ribuan sisi realistis yang menjadi kenyataan nuansa masyarakat Temanggung dan sekitarnya. Ngambil gambar rumahnya orang kaya atau miskin tinggal pinjam tetangga. Dalam film ini saya ingin orang melihat bagaimana selain kehidupan performen manusianya juga alam sekitar Temanggungan sehingga saya memerlukan beberapa lokasi yang menjadi simbul obyek yang dapat dijadikan monumental seperti keadaan Islamic Centre IPHI, Kuburan Gunung Bulu Banyuurip, Lapangan Beran Tegowanuh, Lapangan Wonokerso Selopampang, Pondok Pesantren Sumur Blandung, Kebun Tanaman Jagung, Jalan kecamatan Kaloran, dll.

SATU SURO THE MOVIE mencoba mengaktifkan Kegiatan Remaja Masjid di Temanggung

Film memang harus ditonton. Di satu sisi, sebagai seniman yang hidup di Temanggung yang aksesnya masih terlalu sempit jalannya, sayapun tidak ingin bermuluk-muluk. Untuk Lounching cukup menggunakan Balai RW dengan kapasitas 200 orang dan menggunakan laptop lengkap Laser yang ditembakkan ke dinding serta diparalelkan audionya dengan salon sound system yang murah. Begitu film diputar tepat pada malam satu suro pas jumat kliwon, mulai dari awal sampai akhir tidak ada yang beranjak. Sengaja pemutaran perdana dengan menggunakan undangan agar tidak membludag pengunjungnya sebab animo masyarakat yang penasaran maunya ingin berdatangan. Sangat terasa semenjak bioscop City Teater kukut dan sekarang malah menjelma jadi Gereja, film layar lebar dengan nuansa ruang gelap agar setiap orang yang menonton dapat larut secara optimal menjadi kerinduan tersendiri.
Keterikatannya dengan Remaja Masjid sebagai backing kisahnya, mengingat bahwa di era sekarang aktifitas Remaja Masiid yang dulu pernah enjoy dan ngetrend disetiap pedesaan di jaman orde baru dengan segudang aktifitas kegiatannya, saat ini mulai lumpuh bersama punahnya semangat orde baru. Tentunya ada factor-faktor yang menjadikannya demikian. Apakah aktifitas Remaja masjid di Desa-desa saat ini akibat traumatic dengan orde baru? Ini tugas Departemen Agama dan Pemerintah Daerah apakah memang akan dibiarkan demikian atau ingin dinyalakan kembali agar listrik kehidupan beragama bagi remaja di pedesaan untuk menjadi terang. Masjid-masjid yang sekarang ada kebanyakan di dominasi kelompok orang tua dan remajanya dibiarkan lelap di rumah, itullah inti maksud saya membikin film ini sebab kebanyakan film baik yang diputar di biocop maupun di televise bila situsinya menyangkut kehidupan remaja selalu disinggungkan dengan kisah cinta dengan backingnya adalah pelajar, oleh raga, music, dll yang tidak bicara tentang rencana-rencana kegiatan yang jelas selain diakhiri si Romi dan Yuli si lambang cinta bertemu dalam periuk. Adegan duel yang dipertontonkan untuk remaja selalu berebut masalah wanita sebab memang berangkat dari kisah cinta. Saya juga melakukan hal yang sama, namun remaja di film ini berduel karena idilogis untuk melawan kedzaliman. Sisi ini saya ingin member pesan agar remaja jangan Cuma bisa duel karena nonton dangdut maupun sekedar srempetan sepeda motornya. Satu hal yang ingin saya sampaikan kepada Pemerintah Daerah agar suasana Remaja Masjid kembali diaktifkan, karena simbul Kesatuan dan Persatuan Remaja untuk mengimplementasikan kehidupan agama ya Masjid. Disitu tidak bicara unsuriyah lagi, para Ulama dan Cendikiawan Muslim pasti tahu itu…saya tak mau mendikte. Ploting bantuan untuk tempat ibadah itu perlu karena penting, namun jauh yang lebih penting adalah mengisi dan meningkatkan Sumber Daya Manusianya terutama Para Remaja Islam.

Bumbu film

Karena film merupakan pesan moral yang harusnya enak ditonton dan memiliki kesan, maka sayapun tentu tidak lepas member bumbu-bumbu. Dari melihat adegan ‘dibuang sayang’ sebenarnya penonton bisa dibuat terpingkal-pigkal karena bisa dilihat bagaiamana adanya sebuah kecerobohan sutradara dan pemain. Apalagi semua pemain orang Temanggung yang banyak dikenal dalam tanda kutip bukan sebagai pemain film, tentu akan menciptakan kesan tersendiri. Dalam Satu Suro yang pertama saja, bisa dilihat bagaimana Kyai Muhammad Khozin (mantan DPRD-FPKB) melakukan adegan yang salah padahal di perankan sebagai Kyai yang nota bene kehidupannya sehati-harinya. Bagaimana Kirno (pemeran mbah Penyu) yang tanpa dibayar sesenpun sanggup melakukan adegan konyol yang bagi saya cukup bisa dianggap kenthir. Kirno yang dialognya kebolak balik karena memang orang awam bener sudah bisa bikin ketawa. Dalam Satu Suro yang ke dua, saya juga mengajak Bowo Anggoro SE (mantan DPRD-FPDIP) untuk menjadi salah satu pemegang Fatwa. Ada pula Tokoh Kesenian Ketua Jarang Kepang, Pak Zen (Malebo) dan Muh Jabari (Banyuurip). Ada pula pemain yang muncul dari desa Banjaran Candiroto, Gedangan Bulu, bahkan orang Sumatra.
Dua buah film yang berdurasi masing-masing sekitar 2 jam, semuanya saya selipkan sedikit adegan proses pembuatan di deal belakang sebagai bagian yang tak terpisahkan dari film yang sesungguhnya.
Beberapa pemain yang boleh dibilang pelaku intinya adalah : Salman Al Fanny (pelajar SMP Mu’allimin Temanggung), Imam Prabowo (SMUN I Temanggung), Olasari (SMUN I Temanggung), Ira Fatmawati (SMK Swadaya Temanggung), Rian (STM Pembangunan), Ipul (Bakul Es), Joko (Bakul Siomay), Kirno (Pengamen Lagu India), Pak Kusen (Penjaga Kantor), Ustadz Romadlon (Guru Ngaji), Nurchotimah (Guru Agama TK Negeri Pembina) dll.

Proses belajar dan uji coba tetap sebagai tawaran

Satu suro memang menampilkan pemain serba instan dan spontanitas, namun bukan berarti lepas dari adanya obsesi. Dokter tentu punya opsesi agar seluruh masyarakat sehat. Polisi tentu punya obsesi ingin seluruh masyarakat tertib hokum. Bupati tentu punya osbsesi ingin menyejahterakan masyarakat. Sebagai seniman, sayapun punya obsesi agar seluruh masyarakat dapat mengekspresikan hidup dalam berkesenian. Berkesenian bila disadari secara utuh sebenarnya mampu menyemangatkan hidup dalam mengimplemantasikan profesinya.
Meski semuanya masih dalam proses belajar, saya ingin film ini menjadi bagian yang akan bisa memotifasi. Film dapat dilihat dari berbagai sisi. Plus-minus tinggal cara memandang. Ayam panggangpun belum tentu menjadi selera lidah setiap orang meskipun harganya agak mahal, sebab selera selalu berubah rubah yang kadang dipengaruhi hal-hal yang muncul di sekitarnya. Ayam panggang bikinan Yu Sastro dan Yu Tomblok memiliki keunikan sendiri-sendiri. Demikian Film Satu Suro The Mofie part one and part two bikinan saya. Namun tidak ada salahnya bila siapapun mencoba mencicipi di saat-saat senggang tanpa harus dalam forum formal. Banyak instansi Pemerintah atau Lembaga-lembaga resmi maupun tidak remi yang di dalamnya menyangkut banyak komunitas, mengapa tidak mencoba menyaksikan Film garapan orang Temanggung yang keseluruhannya melibatkan orang-orang Temanggung.
Saya memang berharap proses belajar keberadaan film ini harus di bedah dari berbagai sudut sehingga setidaknya keberadaan film ini akan memacu dan menumbuhkan kreatifitas siapa saja untuk melakukan hal yang setidaknya sama. Sebenarnya masih ada obsesi saya ingin menfilmkan dua buah novel saya yang berjudul Al Qomari terpinang ditengah kabut dengan setingan kisah ditektif moral keagamaan, gambaran saya bloging shotingnya di daerah Wonoboyo dan Tretep, dan satunya lagi adalah Caleg Remuk yang lebih menggambarkan situasi perpolitikan ke depan yang masih dalam lingkup problem Pemilu di tingkat ke Daerah seperti Temanggung. Sementara gagasan lain yang sering muncul dan mengusik pikiran saya juga, ingin membuat film parody tentang hilangnya kewibawaan pejabat dan munculnya jual beli kewibawaan yang terkemas dalam film berjudul Bebek Adus Kali, juga satu gagasan lagi pingin bikin film parody yang berjudul ‘wong edan’. Siapa yang ingin bergabung menjadi relawan?
(Maspar ARS)